Home / Uncategorized / Akibat Pungli, 6 Petugas Rutan Pekan Baru Di Periksa

Akibat Pungli, 6 Petugas Rutan Pekan Baru Di Periksa

Akibat Pungli, 6 Petugas Rutan Pekan Baru Di Periksa – Sejumlah enam petugas Tempat tinggal Tahanan Kelas II-B Kota Pekanbaru di check berkaitan sangkaan praktek pemerasan serta pungutan liar (pungli) sebagai satu diantara penyebab kerusuhan serta kaburnya beberapa ratus tahanan.

” Enam orang petugas di check oleh inspektorat karna diduga lakukan pungli pada napi serta pengunjung. Kami tengah bekerja, ” kata Kepala Kantor Lokasi Kementerian Hukum serta Hak Asasi Manusia Riau, Ferdinand Siagian di Rutan Kelas II-B, Kota Pekanbaru, Senin (8/5/2017).

Ia mengungkap beberapa terperiksa salah satunya yaitu Kepala Pengamanan Rutan Pekanbaru Taufik, serta Kepala Subseksi Service Tahanan dan bekasnya yaitu penjaga.

Nama Taufik terlebih dulu juga telah disebut-sebut oleh Menteri Hukum serta HAM Yasonna Hamonangan Laoly yang bertandangan ke Rutan Pekanbaru pada Minggu tempo hari.

” Taufik itu pegawai eselon V, kepala pengamanan rutan. Dia di check karna disangka lakukan penganiayaan (tahanan) serta pungli, namun kami belum tahu perannya sebagai apa, ” kata Ferdinand.

Ia menyampaikan, semua petinggi serta petugas Rutan Pekanbaru semua ditukar untuk menentramkan keadaan tahanan serta memudahkan kontrol. Ferdinand menyampaikan, sistem kontrol dengan cara internal lewat inspektorat nanti bakal bersinergi dengan kontrol oleh Polda Riau.

Disamping itu, keluarga tahanan diluar Rutan Pekanbaru selalu mengungkap sangkaan pungli serta pemerasan yang menerpa tahanan. Seseorang keluarga tahanan, Susianti, menyampaikan anaknya yang menghuni blok C di Rutan Pekanbaru disuruh membayar duit Rp2 juta supaya dapat dipindahkan ke ruangan yang tambah baik.

” Anak saya hingga tidur di WC karna tahanan penuh, bila ingin geser mesti bayar Rp2 juta serta di kirim lewat rekening, ” kata Susanti sembari tunjukkan pesan singkat telefon selulernya yang tunjukkan nomor rekening BRI yang dituju yaitu 563201031116537 atas nama Efendi Anggara.

Ia menyampaikan belum pernah mentransfer karna berlangsung insiden di rutan serta anaknya turut kabur tetapi lalu menyerahkan diri.

Menyikapi hal itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian mengakui tak tahu ada pungli dengan motif transfer ke rekening. ” Saya tidak paham itu, belum tahu, ” secara singkat.

About admin