Home / Uncategorized / Asyik Berpesta Sabu, 8 mahasiswa Dibekuk Polda DIY

Asyik Berpesta Sabu, 8 mahasiswa Dibekuk Polda DIY

Asyik Berpesta Sabu, 8 mahasiswa Dibekuk Polda DIY – 8 mahasiswa di tangkap Polda DIY menangkap 8 mahasiswa sesudah pesta sabu-sabu di daerah Kledokan Gang 5 No 27, Caturtunggal, Depok, Sleman. Tujuh mahasiswa itu datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) serta satu mahasiswa datang dari Sumatera Barat (Sumbar) .

Seseorang mahasiswa yang di tangkap berjenis kelamin wanita berinisial AKD (22) . Lima mahasiswa berinisial LPM, (24) ; HZJ (23) ; JS (20) ; AS (20) ; serta WO (22) ; di tangkap 10 April 2018 serta tiga mahasiswa yang lain berinisial EPP (20) , DN (22) , serta AKD (22) , ditangkap 11 April 2018.

Tidak cuman menangkap aktor, petugas juga mengamankan tanda untuk bukti (BB) berwujud 1 pipet kaca sisa buat mengkonsumsi sabu-sabu, 1 jarum suntik, 1 korek gas, serta 5 pipet plastik sisa. “Penangkapan ini lantaran kabar penduduk bahwa ditempat itu difungsikan transaksi serta penyalahgunaan narkoba, ” kata Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda DIY Kombes Pol Wahyu Widarto, Rabu (16/5/2018)

Berdasar pada penyelidikan beberapa aktor ada yang baru sekali memakai narkoba serta ada yang lebih dari 2 x. Argumen beberapa aktor memakai sabu-sabu cuma pingin mencoba-coba serta sembari isikan kekosongan saat. Mereka membeli sabu-sabu lewat langkah transfer ke rekening serta barang diposisikan di suatu alamat yang telah diputuskan buat di ambil.

“Dalam sekali transaksi, aktor beli 0, 5 gr sabu seharga Rp600. 000. Meraka beli dengan cara patungan serta dikonsumsi dengan cara saling bersama. Ada satu orang yang mengerti jaringan pengedar ialah palaku LPM, ” tuturnya.

Mengani tanda-tanda jaringan narkotika, Wisnu belum juga dapat memberikannya info, sebab masihlah dalam pengembangan. Status ke delapan mahasiswa itu masih tetap jadi pengguna. Mereka dijerat pasal 112 ayat 1 UU No 36/2009 terkait narkotika dengan ancaman hukuman empat hingga enam th. penjara. “Untuk pengembangan masalah ini mereka di tahanan Polda DIY, ” ujarnya.

Tersangka AKD mengakui baru sekali ini memakai narkoba. Diakuinya cuma di ajak oleh rekan-rekannya. ” Telah kenal dikarenakan satu daerah serta di ajak, pertama nolak senantiasa pengen. Baru sekali ini, ” akunya.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengimbuhkan buat jauhi masalah sama, mengimbau supaya induk semang atau yang miliki kos perduli serta selamanya perhatikan anak kosnya. Sebab induk semang sebagai pengganti orang tua selagi mahasiswa itu meniti pendidikan, jadi punya tanggung jawab moril. “Selain itu, lingkungan RT serta RW harus ikut berfungsi aktif buat membuat keamanan, ” harapnya.

About admin