Home / Berita Umum / Batu Bata Kuno Ukuran Jumbo Ditemukan Terpendam di Sawah Cilacap

Batu Bata Kuno Ukuran Jumbo Ditemukan Terpendam di Sawah Cilacap

Batu Bata Kuno Ukuran Jumbo Ditemukan Terpendam di Sawah Cilacap – Masyarakat Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Cilacap mengamankan bongkahan batu bata memiliki ukuran besar. Disangka batu bata yang ada di dalam sawah Grumbul Pejaten desa ditempat adalah batu bata antik. Ukuran batu bata ikut besar atau jumbo dibanding dengan batu bata saat ini.

Batu bata itu diketemukan terpendam di kedalaman 50 sentimeter di sawah punya Riskam. Waktu itu pemilik sawah serta beberapa petani temukan batu bata itu saat tengah menggali sawah.

Ukuran batu bata besar itu mempunyai panjang 35 cm. dengan lebar 25 cm. serta tebal 10 cm.. Berlainan dengan batu bata yang ada sekarang ini yang cuma mempunyai panjang 18 cm. dengan lebar 10 cm. serta mempunyai ketebalan 5 cm..

“Penemuan bata merah berlangsung waktu pemilik sawah akan mengerjakan sawah yang awal mulanya diambil tanahnya atau bahasa Jawanya lungka waktu musim kemarau di dongkel serta di jual tanahnya. Lantas diketemukan seperti bangunan dengan batu bata besar,” kata Lisno Teduh Prabowo, Kasi Kesejahteraan Desa Kalikudi pada wartawan, Jumat (14/10/2018).

Menurutnya, memperoleh batu bata yang berlainan dari umumnya itu, pihaknya langsung memberikan laporan penemuan ini pada dinas berkaitan untuk dikerjakan penelusuran. Bahkan juga di Kecamatan Adipala, ikut ada batu bata yang mempunyai ciri yang sama. Akan tetapi sudah mempunyai motif dengan garis.

Ia menjelaskan bila Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah hadir serta ambil sampel batu bata besar itu serta tanah di seputar tempat penemuan. Sekarang ini pihaknya tengah menanti kepastian berkaitan bata merah besar itu dibikin pada tahun berapakah.

Sekarang ini untuk masih mengawasi bongkahan-bongkahan batu bata besar di tengah sawah itu, oleh masyarakat tempat penemuan dipasangi garis memiliki ukuran 4×3 cm.. Dianya menyangka bila bongkahan batu bata besar itu dahulnya adalah satu bangunan.

Sesaat Sunardi Khuntang, Ketua Instansi Kebiasaan Kebiasaan Anak Putu Desa Kalikudi menjelaskan bila disaksikan dari sejarahnya, dulu pada era ke 17 ada Mbah Dita Kerta dari kerajaan Mataram yang trukah atau babat alas bangun desa di lokasi Cilacap, terutamanya di Desa Kalikudi seputar tahun 1771.

Lalu, lanjut ia, pada tahun 1789 mulai dibuat tatanan pemerintahan berbentuk lurah pertama di Desa Kalikudi.

“Jika disaksikan riwayat, Mbah Dita Kerta, yang trukah di Desa Kalikudi dari era 18, lengser dari karaton serta di tempat ini seputar era 18-an mulai trukah seputar 1771. Di tempat ini diselenggarakan tatanan kebiasaan membuat mukon dan lain-lain membuat ritual. Di sini dahulu berbentuk rimba hutan, sehari-hari Mbah Dita Kerta trukah ke sini dari Kademangan Adiraja,” katanya.

About admin