Home / Berita Umum / Demam Berdarah Banyak Memakan Korban

Demam Berdarah Banyak Memakan Korban

Demam Berdarah Banyak Memakan Korban – Mendekati pergantian musim, angka peristiwa Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ponorogo kembali bertambah. Dalam tiga minggu saja terdaftar telah ada 73 orang suspek DBD. Bahkan juga 4 salah satunya wafat.

Diantaranya ialah suami Desi Krestiani, masyarakat Desa Manuk, Kecamatan Siman.

“Suami saya itu demam tinggi semenjak Kamis (17/1) minggu kemarin. Sudah sempat bolak balik dibawa ke bidan serta rumah sakit tetapi tidak kunjung pulih,” papar Desi pada detikcom, Rabu (23/1/2019).

Desi memberikan awalannya sang suami menampik untuk dikerjakan kontrol laboratorium. Akan tetapi sebab sakitnya tidak kunjung pulih pada akhirnya dia juga bersedia diminta untuk memperiksakan-diri ke RS Griya Waluya.

“Sebab badannya telah abuh waktu ingin diinfus tidak bertemu pembuluh darahnya. Pada akhirnya semakin sesak nafasnya. Serta puncaknya tempo hari wafat. Pendapat penting sebab DBD kata rumah sakit,” jelas Desi.
Desi juga sudah sempat menyesalkan tidak terdapatnya fogging di seputar tempat tinggalnya.

“Saya tidak mau peristiwa semacam ini terulang lagi. Mesti ada perhatian spesial dari pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Rahayu Kusdarini mengutarakan semenjak awal Januari telah terdata 73 orang suspek DBD.

“Mengapa tinggi sebab cuaca tidak menentu. Saat hujan menggenang, lalu beberapa waktu tidak hujan serta ini membuat nyamuk berkembang begitu gampang,” jelas Rahayu dengan terpisah.

Sebab masalah DBD bertambah, Rahayu menyatakan pihaknya sudah lakukan fogging sampai 21 titik. Dalam satu hari Dinkes lakukan 2-3 titik untuk fogging dengan radius 100 mtr..

“Data dari Dinkes hampir di semua kecamatan ada pasien DBD, akan tetapi ada 13 kecamatan yang tidak terkena. Tertinggi di Kecamatan Bungkal 10 orang, Kecamatan Kota 9 orang serta Kecamatan Balong 7 orang,” tuturnya.

Walau demikian, Rahayu memperingatkan jika ikut serta penduduk dalam mengawasi kebersihan lingkungan penting juga dalam menahan persebaran DBD.

“Penduduk yang tahu jalan keluarnya memang fogging tetapi perlu untuk diketahui jika fogging cuma membunuh nyamuk dewasa,” tuturnya.

Sedang salah satunya sumber persebaran DBD ialah jentik nyamuk di air. Ditekankan Rahayu, fogging tidak bisa memberantas jentik nyamuk.

“Jika penduduk ingin bersihkan lingkungan serta tidak ada yang digenangi, penyebaran jentik dapat didesak. Kami berharap peranan penduduk untuk mengawasi kebersihan lingkungan itu terpenting agar tidak lagi ada penduduk yang terserang DBD,” ujarnya.

About admin