Home / Berita Umum / Enam Isteri Salah Satunya Di Bunuh

Enam Isteri Salah Satunya Di Bunuh

Enam Isteri Salah Satunya Di Bunuh – AH (38) , warga Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, terancam hukuman seumur hidup sehabis ketahuan membunuh NY (34) , istri ke dua dari enam orang istri yg dimilikinya di tempat tinggalnya di Kampung Gugunungan, Kelurahan Margasari, Kecamatan Garut Kota.
Pembunuhan yg dilaksanakan AH sendiri tersingkap sehabis aparat kepolisian menemukannya NY didalam lubang galian di belakang tempat tinggalnya.
Awalannya, polisi beroleh laporan warga yg sangsi ada suatu hal di belakang tempat tinggal tersangka. Selanjutnya polisi menggali satu buah lubang dirumah tersangka pada Sabtu (13/1/2018) .

Petugas merasa jenazah korban didalam lubang yg sedianya bakal di buat septic tank di belakang tempat tinggal korban.
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna terhadap wartawan mengutarakan, pemeran didapati miliki enam istri. Dia menghabisi nyawa istri keduanya di mulai dari pertengkaran rumah tangga. Dikarenakan, korban sempat memergoki pemeran berselingkuh dengan wanita beda.
Tidak hanya itu, saat sebelum peristiwa, korban sempat memarahi anak pemeran dari istri pertamanya yg memohon duit terhadap korban. Perbuatan pemeran didapati sehabis anak pemeran memberikan laporan perbuatan bapaknya terhadap neneknya yg juga ibu kandung pemeran.
Pertengkaran, menurut Budi, mencapai puncak pada Rabu (3/1/2018) malam. Pemeran menganiaya korban memanfaatkan galon air mineral kosong serta helm. Pemeran juga menginjak-injak dada korban dengan disaksikan oleh anak pemeran.
Menyaksikan ayahnya menganiaya ibu tirinya, menurut Budi, sang anak lantas pergi ke tempat tinggal neneknya yg juga ibu dari pemeran. Akan tetapi, tidak lama setalah itu pemeran menyusul anaknya serta memberitakan bahwa ibu tirinya udah wafat.
Anak pemeran lantas kembali lagi tempat tinggal serta merasa ibu tirinya udah tergeletak ditempat tidur dalam situasi kaku serta lebam-lebam pada bagian muka. Menyaksikan perihal tersebut, anak pemeran kembali pergi ke tempat tinggal neneknya.

Besok harinya, anak pemeran menyaksikan ayahnya menyuruh satu orang warga yg masihlah tetangganya utk menggali lubang di belakang tempat tinggal. Sehabis lubang tuntas di buat, ayahnya lantas memohon anaknya utk turut menggotong korban ke lubang itu serta menguburkannya.
Sehabis tuntas menguburkan jenazah korban, pemeran lantas mengintimidasi anaknya bakal dibunuh andaikan menginformasikan pembunuhan itu terhadap orang-orang. Akan tetapi, empat hari kemudian, anak pemeran selanjutnya buka mulut serta ceritakan apa yg dilaksanakan ayahnya terhadap sang nenek.
Pada Sabtu (13/1/2018) , aparat kepolisian lantas menggali lubang tempat korban dikubur sehabis terima laporan dari warga. Warga melapor sehabis pemeran pergi dari tempat tinggal pada Jumat (12/1/2018) utk melarikan diri.

” Malam harinya saya segera kumpulkan anggota Reskrim utk segera bergerak mencari pemeran yg kata orangtuanya kabur ke Tasikmalaya, ” terang Budi.
Dari pengejaran di Tasik, didapati pemeran kabur ke Yogyakarta memanfaatkan bus Budiman, anggota lantas, menurut Budi, segera laksanakan pengejaran.
Kepastian kehadiran pemeran tambah kuat sehabis pengejaran hingga ke rest ruangan Bus Budiman di Cilacap. Pemeran di pastikan naik bus Budiman jurusan Yogyakarta. Pengejaran lantas dilanjutkan sampai ke Yogyakarta sehabis bekerjasama dengan kepolisian disana.
” Tim hingga Yogya larut malam, pernah mencari ditempat hiburan, hotel serta penginapan sampai saat pagi, akan tetapi tidak sukses menemukannya pemeran, ” ujarnya.
Pencarian lantas dilanjutkan besok harinya. Polisi kembali mendatangi hotel serta penginapan beda. Menurut Budi, petugas merasa pemeran tengah jalan kaki akan masuk diantara satu hotel berbarengan seseorang wanita serta anak kecil. Petugas lantas segera mengamankan pemeran berbarengan wanita serta anak kecil utk dibawa ke Polres Garut.
” Tak hingga 24 jam laksanakan pengejaran, petugas sukses mengamankan pemeran di Jogja, ” ujarnya.
Budi memberikan, pemeran bakal dijerat pasal berlapis, salah satunya Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukumannya 15 th. penjara serta Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 7 th. penjara.

Tidak hanya itu, ada pula perihal yg memberatkan pemeran. Statusnya memang merupakan narapidana persoalan pencabulan anak dibawah usia yg dihukum 7 th. penjara pada th. 2011 selanjutnya, serta pada th. 2015, pemeran bebas bersyarat serta keluar dari Lapas Cirebon.
” Jadi statusnya sekarang masihlah bebas bersyarat, lantaran saat hukumannya belum pula tuntas dalam persoalan pencabulan, ” terang Budi.
Tidak hanya itu, dari laporan yg diterimanya, nasib istri pertama korban lantas hingga sekarang menghilang tanpa ada jejak serta tdk didapati oleh siapa-siapa saja. Pihaknya mencurigai nasibnya tak jauh seperti istri ke dua pemeran.

Ya, dapat saja, kita masihlah dalami peluang itu, lantaran istri pertamanya menghilang, ” ujarnya.
Budi mengatakan, pihaknya bakal menjerat pemeran dengan pasal seberat-beratnya biar pemeran mampu dihukum seberat-beratnya sampai hukuman seumur hidup.

About admin