Home / Berita Umum / Melakukan Orasi Dalam Acara NU Di Garut, Ridwan Kamil Dituding Lakukan Pelanggaran Kampanye

Melakukan Orasi Dalam Acara NU Di Garut, Ridwan Kamil Dituding Lakukan Pelanggaran Kampanye

Melakukan Orasi Dalam Acara NU Di Garut, Ridwan Kamil Dituding Lakukan Pelanggaran Kampanye – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ditunjuk lakukan pelanggaran kampanye dengan mempromokan Calon presiden serta Calon wakil presiden Jokowi- Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerjanya di Garut. Akan tetapi, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini berkilah dianya tetap patuh ketentuan.

Didapati, Ridwan Kamil dilaporkan oleh Team Advokat Indonesia Berjalan (TAIB) ke Bawaslu Jawa Barat sebab disangka mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf di Lapangan Merdeka Kerkop, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 9 Februari kemarin.

Penyebabnya, waktu berorasi politik di muka beberapa ribu orang yang ada, dia berseru ‘Kalau saya teriak Garut, teriak juara. Saya teriak Jawa barat, teriak juara. Saya teriak 01, teriak juara’.

TAIB menyangka tindakan Kang Emil termasuk juga dalam kelompok kampanye rapat umum terbuka. Hal tersebut berlainan dengan peraturan yang mengendalikan kampanye type itu dikerjakan 21 hari sebelum waktu tenang, yaitu 24 Maret-13 April 2019.

Ketentuan itu tertuang dalam Ketentuan KPU Nomer 5/2018 mengenai Tingkatan, Program, serta Agenda Penyelenggaraan Pemilu 2019. Ridwan Kamil pun disangka melanggar Masalah 276 ayat (2) Juncto Masalah 492 Undang-undang Nomer 7 Tahun 2017 mengenai Penentuan Umum.

Kang Emil memandang laporan terhadapnya cuma untuk mencari perhatian. “Jika senang ada yang dilapor-laporkan, namanya pun petinggi publik mudah viral, jadi sedikit-sedikit jadi headline. Tetapi saya kan miliki basic yang pasti,” tutur Kang Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/2).

Bekas Wali Kota Bandung ini menyatakan tahu serta tetap patuh pada ketentuan. Hingga, dia tetap mengadakan kampanye di akhir minggu atau hari libur.

Tentang acara di Garut yang disangkakannada pelanggaran, Kang Emil menuturkan jika acara itu adalah pekerjaan internal dari Nahdatul Ulama. Berarti, bukan dalam acara rapat umum yang notabene tidak ada penetapan waktu yang hadir.

“Devinisi rapat umum itu mengundang semua penduduk tidak dibatasi. Jika ini cuma anggota NU. Jadi saya duga dasarnya jelas tidak ada yang dilanggar,” tuturnya.

About admin