Home / Uncategorized / Nekad Mencuri Tas Kepala Sekolah, Dua Pencuri Babak Belur

Nekad Mencuri Tas Kepala Sekolah, Dua Pencuri Babak Belur

Nekad Mencuri Tas Kepala Sekolah, Dua Pencuri Babak Belur – Tas punya Kepala SD Peni Bantul digasak maling kala ditinggal rapat. Warga yg memergoki pemeran menghajar sampai dua pemeran set belur.

Dua pemeran berinisial MA (25) warga Depok Jawa Barat serta M (34) warga Ciamis Jawa Barat mesti dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.

” Ada dua orang laki laki mengendarai sepeda motor masuk tempat parkir sepeda motor guru serta karyawan. Kepala sekolah (Sri Hartati) menganggap dua orang itu tamu. Selanjutnya kepala sekolah menyuruh diantara satu guru, Rahmat Basuki menjumpai mereka, ” kata Kapolsek Bantul Paimun kala dihubungi detikcom, Kamis (3/8/2017).

Kala itu situasi sekolah sepi, berkat udah masuk jam pulang sekolah. Sesaat kepala sekolah serta banyak guru, lagi tengah mengadakan rapat di diantara satu area kelas sekolah itu.

Selang berapa menit penjaga sekolah, Hariyanto berteriak. Mendengar nada itu, Hartati dimaksud Paimun keluar dari area rapat serta udah merasa Hariyanto serta Rahmat Basuki mengamankan ke dua pemeran.

” Pak Hariyanto berteriak ‘maling-maling’, (banyak orang) kaget, Hartati keluar serta dua orang barusan udah diamankan, ” paparnya.

Kala diamankan, di tangan ke dua tersangka nyata-nyatanya ada satu buah tas warna biru punya kepala sekolah.

” Kala diamankan ada satu buah tas jeans warna biru punya kepala sekolah. Walaupun sebenarnya tas itu terlebih dahulu diletakkan menggantung di kursi area kerja kepala sekolah, ” ungkapnya.

Dikira sehabis memarkirkan sepeda motornyar, ke dua tersangka segera menuju area kepala sekolah. Selanjutnya mereka menggasak tas punya kepala sekolah yg menggantung di kursi.

” Area kepala sekolah berada pada samping tempat parkir guru serta karyawan, ” jelasnya.

Mendengar terdapatnya keributan, warga seputar SD Peni Bantul datang ke area. Disana ke dua tersangka jadi bulan-bulanan, set belur dihajar massa. Hingga selanjutnya keduanya mesti dilarikan ke rumah sakit utk beroleh perawatan.

” Kemudian banyak warga berdatangan mengamankan pemeran, ” ungkap Paimun.

Paimun menyambung, dari tangan ke dua tersangka Polsek Bantul mengambil motor matic no polisi F 3770 DM yg dimanfaatkan keduanya bikin beraksi. Akan tetapi pihaknya mengakui belum pula memintai info ke banyak tersangka. Lebih-lebih selepas dihajar massa diantara satu pemeran pernah tdk sadarkan diri.

Kepala SD Peni Bantul Sri Hartati memberi tambahan, sehabis ada teriakan maling dari penjaga sekolah, ke dua tersangka pernah menggeber sepeda motor mereka. Satu tersangka sukses di tangkap serta terjatuh, sesaat satu tersangka yang lain di tangkap petugas keamanan di gerbang sekolah.

Di halaman sekolah ke dua tersangka dihajar massa. Merasa hal semacam itu Hartati mengakui mengusahakan melerai, berkat pihaknya risau banyak siswa trauma atas peristiwa itu.

” Kami teriak ‘sudah-sudah’ gitu, kami takut banyak siswa trauma lantaran kala itu sesuai jam pulang sekolah, ” katanya.

About admin